Selasa, 08 April 2008

orang 'aneh'...

Saya punya dosen baru.
Orangnya lucu tapi 'straight' banget.
Waktu pertama kali masuk kelasnya,
Beliau cerita, dulu pernah jadi akuntan di Singapura.
Gaji dalam itungan ratusan dolar belum termasuk tunjangan tetek bengek.
Dapet rumah dinas. Bo'il dinas. Duit pensiunan.
Pendidikan anak ampe S2 di luar negri.
Singkat kata nggak bakalan susah deh ampe tua.
Tapi nasib berkata lain...
Suatu saat beliau di sodorin 'amplop'.
Bukan amplop sembarang amplop,
Amplop ini 'ajaib'
Amplop ini yang banyak bikin pejabat kita sekarang diperiksa asal usul kekayaannya.
Amplop ini boleh diterima dengan syarat, laporan keuangan sebuah perusahaan di sana harus 'dipercantik'
Dosen saya ini menolak dengan tegas.
Beliau lebih memilih berhenti dengan terhormat dari pekerjaan mapannya,
Beliau lebih rela kehilangan semua kesenangan yang sudah di dapat selama puluhan tahun
Alasannya cuma satu:
Beliau ingin melawan arus.
Kata beliau, "Untuk apa jadi orang yang searus dengan orang lain jika pada akhirnya hanya akan membuat kita sengsara"
Kata-kata itu sekarang jadi kata mutiara saya.
Hal ini juga yang membawanya mengasingkan diri ke Prancis untuk mempelajari tingkah laku manusia.
Mengapa manusia lebih memilih melakukan hal buruk yang sebenarnya hanya membawa dampak buruk bagi kelangsungan hidupnya?
Setelah itu beliau lebih memilih menjadi dosen
Alasannya: Beliau ingin mendidik para calon akuntan agar tidak gampang terseret arus
Coba renungkan, berapa banyak orang yang yang berpendirian seperti beliau?
Mungkin bisa dihitung dengan jari
Kata beliau lagi, "Di dunia ini mudah sekali mencari orang pandai, tapi mencari orang pandai dan jujur, itu sangat langka. Seperti mencari jarum dalam samudra."
Bayangkan saja,
Jika selama ini kita sering mendengar "jarum dalam jerami", sekarang lebih ekstrim lagi,
"Jarum dalam samudra"
Dari beliau saya banyak belajar,
Kita nggak perlu terlihat sama dengan orang lain
Jadi orang 'aneh' nggak ada salahnya
Dan yang lebih penting lagi, Jadi orang itu nggak dosa.
tapi satu hal yang harus saya catat.
Saya tidak perlu berharap mendapat nilai sempurna dari mata kuliah yang beliau pegang.






Tidak ada komentar:

Story, Reading, Writing And All About Jurnalism