Udah lama nggak akses internet,
bukannya seneng,
saya malah kaget.
Salah satu guru saya masuk rumah sakit
lebih parahnya lagi,
saya baru tahu malam ini, padahal sakitnya sudah setengah tahunan.
Saya jadi ingat zaman masih jadi murid putih abu-abu,
guru ini terkenal dengan ke-killerannya
lebih tepatnya ke-tegasannya.
Nggak ada kata telat dalam kamus beliau
sekalinya telat, harus berani terima konsekuensi
cuci WC...
Saya pernah kena sekali,
itu membuat saya sakit hati sekali kepada beliau.
karena pas hari naas itu ada ulangan hafalan ayat pendek
udah semalaman saya hafalkan, ketika masuk kelas saya malah diusir.
Tapi malam ini, waktu melihat foto sang guru,
saya jadi terharu, mata saya berkaca-kaca.
Selang infus tertancap di kedua hidungnya.
Tubuhnya yang dulu gagah, sekarang lemah dan hanya bisa tertidur di pembaringan
Mungkin saya bukan murid yang baik
Guru saya sakit, saya baru tahu
Padahal selama tiga tahun, beliau mengajar saya, memberikan ilmunya.
Terlebih beliau mengajar agama
yang notabene sangat saya perlukan sebagai dasar menghadapi dunia yang sudah sangat edan ini
Saya bertekad,
kelak ketika pulang kampung dan entah kapan (mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang buruk terjadi
saya ingin menjenguknya
dan ingin minta maaf telah menjadi murid yang kurang ajar.
Hanya Allah yang bisa membalas segala kebaikan beliau.
Semoga beliau cepat sembuh.
Selasa, 08 April 2008
Murid kurang ajar
Label:
curhat saya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Story, Reading, Writing And All About Jurnalism

Tidak ada komentar:
Posting Komentar