
Beberapa ini cuaca kota Jakarta jadi aneh.
Jam 10 pagi panasnya kayak jam 12 siang.
Jam 4 sore panasnya kayak jam 12 siang juga.
Sore sekitar jam 5, udah mulai ujan.
Mau keluar sebentar aja, panasnya minta ampun.
Mau pakai payung dengan maksud biar nggak terlalu panas, takut dikira orang gila.
Hujan enggak, kok pake payung.
Nanti dikira ojek payung ngarepin hujan.
Teman saya yang tinggal di daerah Cinere juga mengeluhkan tentang masalah ini kepada saya. Dia bilang harus membawa dua baju ganti setiap kali ke kampus, padahal dulu sama sekali tidak pernah.
Loh kok bisa?
Ceritanya begini... Setiap kali ke kampus, teman saya ini selalu menggunakan bus.
Nah di dalam ini terasa panaaaassss sekali.
Sampai bajunya basah kuyup.
Teman saya ini termasuk tipe orang yang sangat mementingkan penampilan, makanya dia tidak ingin orang di sekelilingnya mencium bau yang tidak sedap dikarenakan hal tersebut.
Good solution menurut saya.
Nah ketika sore tiba dan teman saya itu ingin pulang kerumah, ujan sering turun dan setibanya dirumah bajunya pasti basah kuyup.
Ya... begitulah kira-kira gambaran kota Jakarta sekarang.
Semuanya jadi tidak menentu.
Tidak teratur.
Yang sering saya baca di majalah atau internet, katanya hal ini disebabkan karena global warming.
Sebenarnya global warming ini binatang/tumbuh-tumbuhan jenis apa sih?
Pendeknya begini, global warming itu adalah meningkatnya suhu bumi.
Penyebabnya? Karena manusia.
Maksud saya penyebabnya karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dengan buminya.
Saya tidak ingin mencontohkan orang lain, contohnya saya saja.
Saya sering memakai sterofoam yang sering dipergunakan sebagai piring di supermarket2.
Saya juga sering membeli air mineral, padahal kita bisa membawa air dari rumah sendiri dengan botol yang sama.
Padahal dengan cara ini harusnya lebih murah dan efisien, ya?
Sebab lain, penggunaan kantong plastik yang berlebihan.
Penggunaan hairspray.
Ketika membaca sebuah majalah wanita, saya jadi kaget dengan dampak luas global warming ini. Diperkirakan tahun 2030-an nanti kota Bangkok akan tenggelam.
Opo meneh tho?
Saya juga tidak mengerti.
Sebagai orang awam, saya tidak terlalu peduli dengan artikel itu.
Saya pikir toh jarak Bangkok dan Jakarta jauh, tidak seperti Jakarta-Bandung.
Tapi saya salah 100%.
Dalam artikel lain, karena pengaruh global warming ini diprediksi Jakarta Utara juga akan menjadi pantai alias akan bernasib sama seperti Bangkok dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Saya jadi takut... Apalagi ketika tadi saya membaca google, katanya global warming ini nggak bisa dicegah.
Ketakutan saya jadi bertambah 1000%.
Well, see?
Saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat.
Yang ada di dalam otak saya, minimal saya harus memperlambat dampaknya.
Caranya?
Dengan mengurangi pemakaian sterofoam, membawa kantong plastik sendiri atau beralih menggunakan tas belanja dari kain, penghematan listrik, dan masih banyak lagi cara untuk memperlambat dampak global warming ini.
Terdengar sulit?
Ah, tidak juga jika ada kemauan dari diri kita sendiri.
Tidak ingin kan tidak punya tempat tinggal lagi?
Jumat, 11 April 2008
Cuaca VS Global Warming
Label:
curhat saya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Story, Reading, Writing And All About Jurnalism

Tidak ada komentar:
Posting Komentar